Mar 03, 2026 Redaksi
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) menggelar pertemuan bersama para pemangku kepentingan penyelenggaraan ibadah umrah guna menyikapi dinamika kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada perjalanan umrah. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemimipas), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), perusahaan penerbangan, serta asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa keselamatan jamaah merupakan prioritas utama pemerintah. Tujuannya, membangun kesepakatan bersama dalam menghadapi dampak situasi di Timur Tengah, baik dalam pemantauan perkembangan situasi maupun langkah mitigasi risiko guna memastikan keselamatan dan perlindungan jamaah.
“Kerangka berpikir kita jelas, keselamatan jamaah adalah yang utama. Penundaan bukanlah pembatalan, melainkan langkah mitigasi risiko. Dan ini menunjukkan negara hadir untuk memastikan pelindungan, kepastian, dan ketenangan bagi seluruh jamaah,” ujar Puji Raharjo saat memimpin rapat di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
“Sebelumnya, Kemenhaj telah mengimbau jamaah yang belum berangkat agar menunda keberangkatan umrah hingga situasi dinilai lebih kondusif,” imbuhnya
Hasil dari pertemuan tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis sebagai berikut:
“Pemerintah memastikan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat guna menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kepastian pelayanan bagi jamaah umrah Indonesia,” pungkas Puji. (hay)
Sep 08, 2025 • 43 views
Sep 19, 2025 • 39 views
Sep 10, 2025 • 35 views
Apr 14, 2026 • 34 views